Etika Mengupdate Status di Sosial Media Menurut Saya

05 Apr 2018 08:54
Tags

Back to list of posts

Saya cukup prihatin dengan masyarakat saat ini dalam menggunakan sosial media. Ada segelintir orang di luar sana yang menurut saya tidak tahu etika menggunakan sosial media dengan baik dan benar.

hati-hati%20menulis%20status%20di%20sosial%20media.png

Sebagai akibatnya, banyak hal negatif yang terjadi. Apa saja sih yang menjadi etika menggunakan sosial media menurut saya? Nih, saya coba ungkapkan di bawah ini.

Jangan Umbar Masalah Pribadi
Ini yang saya lihat cukup banyak terjadi di jagad media sosial. Memang, kita sama-sama tahu bahwa media sosial bisa kita gunakan untuk mencurahkan apapun yang ada di dalam kepala kita. Tapi usahakan untuk memposting sesuatu yang sifatnya positif dan tidak mengganggu orang lain. Jangan sampai malah digunakan untuk memposting hal-hal pribadi seperti masalah pribadi yang sedang terjadi pada diri kita.

status%20masalah%20pribadi.png

Menurut saya, ketika seseorang mengumbar masalah pribadi mereka ke sosial media, ada beberapa tujuan yang sebenarnya ingin dicapai. Yang pertama, sekedar untuk membuat sensasi. Yang kedua, untuk membuat orang lain iba dan kemudian membantu. Dan yang ketiga adalah untuk mencari solusi dari orang lain.

Masalahnya, ketika masalah pribadi tersebut menjadi konsumsi publik akibat diposting di media sosial, yang ada malah hanya akan membuka aib Anda saja. Tolonglah untuk bersikap lebih pintar karena melakukan hal tersebut hanya akan menimbulkan lebih banyak masalah ketimbang hasil positif.

Jangan Posting Hal-hal Tidak Senonoh
Satu lagi hal yang amat sangat membuat saya merasa miris. Entah apa yang ada di benak orang-orang saat ini khususnya para generasi muda. Mereka seakan-akan bangga telah melakukan hal yang tidak senonoh dan kemudian membiarkan orang lain tahu dengan cara mengunggahnya ke sosial media. Sebagai contoh, foto pasangan yang sedang mesra ciuman dan kemudian diunggah ke Facebook.

status%20tidak%20senonoh.png

Apa sih maksudnya? Apa untuk membuat orang lain tahu bahwa kalian itu sangat saling menyayangi satu sama lain dan ingin semua orang di dunia ini tahu? Kalau sudah tahu, lalu mau apa? Tidak ada esensi positif di sana. Yang ada, kalian malah akan dicap sebagai anak muda yang tidak tahu norma dan etika. Lagi-lagi, ini hanya akan membuat Anda membongkar aib Anda sendiri.

Jangan Memposting Hal-hal yang Belum Jelas Kebenarannya
Saya kadang sekarang ini sering merasa skeptis dengan berita-berita yang saya dapatkan dari internet khususnya dari sosial media bukannya dari website berita yang sudah terpercaya.

status%20yang%20belum%20jelas%20kebenarannya.png

Kenapa? Karena banyaknya hoax di luar sana. Kita semua tahu apa itu hoax, kan? Ya, hoax adalah semacam berita palsu yang akan menjerumuskan orang yang mengetahuinya. Parahnya, berita hoax ini amat sangat menjamur belakangan ini. Dan sedihnya lagi, banyak orang yang mempercayainya. Hasilnya, orang menjadi dibuat bingung dengan informasi yang ada. Bayangkan jika informasi tersebut menyangkut harkat hidup orang banyak.

Tentunya hal tersebut hanya akan membuat banyak orang merasa dirugikan bukan? Saya menyarankan, bagi Anda yang ingin memposting sesuatu di media sosial, cek dulu kebenarannya. Jika Anda memang tidak yakin, ya jangan dishare ke orang lain dong. Dan bagi pengguna media sosial, waspadahal dengan berita yang belum jelas kebenarannya. Jangan menelan mentah-mentah berita yang ada.

Jangan Memposting Hal yang Bisa Menyinggung
Sudah pernah dengar kan tentang beberapa orang yang menjadi bermasalah antara satu sama lain akibat postingan di sosial media? Ya, kejadian tersebut sebenarnya tidak harus terjadi jika salah satu pihak tidak melakukan posting yang dinilai menyinggung orang lain.

status%20yang%20menyinggung.png

Gunakan kata-kata yang baik saja saat melakukan posting ke sosial media karena Anda tidak tahu bagaimana postingan Anda akan diinterpretasi oleh orang lain. Bahkan ketika Anda sudah berhati-hati memilih kata-kata, perselisihan masih saja bisa terjadi apalagi jika Anda jelas-jelas menggunakan kata-kata yang menyinggung. Hindari pula untuk menggunakan kata-kata kotor.

Jika Anda memang memiliki masalah dengan seseorang, selesaikan secara langsung dengan orang itu. Jangan diumbar ke media sosial. Akan lebih baik jika Anda melakukan posting yang membangung seperti, “Yuk, semangat, ujian sebentar lagi!” Bukankah terdengar memotivasi. Bandingkan dengan “An***g, males banget mau ujian!”

Comments: 0

Add a New Comment

Unless otherwise stated, the content of this page is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 License